Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog
Matematika berkembang sesuai dengan perkembangan zaman peradapan dan kebutuhan dimana masyarakat berada. Orang-orang disekitar kita dahulu mengenal istilah matematika dengan nama ilmu pasti. Pemakaian istilah ini mengakibatkan timbulnya anggapan bahwa ilmu pasti adalah suatu ilmu yang tidak ada kurang lebihnya serta tidak pernah berubah lagi. Tetapi itu masih kurang tepat pengunaan kata ilmu pasti untuk matematika seakan akan membenarkan bahwa di dalam matematika semua hal sudah pasti kemudian orang cenderung untuk menggunakan istilah matematika, sebab dengan belajar matematika orang akan belajar mengatur jalan pikirannya dan belajar menambah ilmu pengetahuan dan kepandaiannya. Para ahli pendidikan banyak yang mendefinisikan tentang makna istilah matematika diantaranya:
Tambunan (2001:24) menyatakan bahwa matematika adalah angka-angka dan perhitungan yang merupakan bagian dari hidup manusia. Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide kesimpulan-kesimpulan. sementara Hudoyo (2001:96), mengemukakan bahwa hakekat matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang diatur menurut urutan yang logis.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa matematika pada hakekatnya merupakan masalah yang berkenaan dengan struktur-struktur, ide-ide dan hubungan-hubungan yang diatur menurut aturan yang logis jadi matematika berkanaan dengan konsep-konsep abstrak. Suatu kebenaran matematika di-kembangkan berdasarkan atas alasan logis dengan menggunakan pembuktian deduktif oleh karena itu matematika sering disebut ilmu deduktif. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa matematika berkanaan dengan ide-ide atau konsep abstrak yang tersusun secara interaksi dan penalarannya secara deduktif yang akan membawa akibat-akibat bagaimana terjadinya proses belajar matematika.

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Proses Mengajar dan Belajar Matematika.
Menurut Hudoyo (2001:7), mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya mengajar dan belajar matematika meliputi antara lain :
1. Peserta didik
Kegagalan atau keberhasilan belajar sangatlah tergantung pada peserta didik misalnya saja bagaimana kemampuan dan kesiapan peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar matematika bagaimana sikap dan minat terhadap matematika disamping itu juga bagaimana kondisi peserta didik. Misalnya diskusi psikologisnya orang yang dalam keadaan segar jasmaninya akan lebih baik belajarnya dari pada orang yang dalam keadaan lelah. Kondisi psiko-loginya seperti perhatian, pengamatan, ingatan dan bagaimana juga pengaruh terhadap kegiatan belajar sekarang serta intelegensi peserta didik juga berpengaruh terhadap kelancaran belajarnya.

2. Pengajar
Faktor berikutnya setelah peserta didik adalah pengajar, pengajar melaksanakan kegiatan mengajar sehingga proses belajar diharapkan dapat berlangsung efektif. Kemampuan pengajar didalam menyampaikan materi matematika dan sekaligus menguasai materi yang diajarkan sangat mem-pengaruhi terjadinya proses belajar kepribadian, pengalaman dan motivasi belajar mengajar.Dalam mengajar materi matematika juga dapat berpengaruh terhadap efektifitas belajar.

3. Prasarana dan sarana
Prasarana yang mapan seperti ruangan yang sejuk dan bersih dan dengan tempat duduk yang nyaman biasanya lebih memperlancar terjadinya proses belajar demikian pula yang lengkap seperti adanya buku paket dan alat bantu belajar dan merupakan fasilitas belajar yang penting. Penyediaan sumber belajar yang lain. Seperti majalah tentang perjanjian matematika laboratorium matematika dan lain-lain akan meningkatkan pula kualitas belajar peserta didik.

4. Penilaian
Penilaian dipergunakan disamping untuk melihat bagaimana hasil belajar, juga untuk melihat bagaimana berlangsungnya interaksi antara pelajar dan peserta.

5. Prestasi belajar matematika
Prestasi hasil belajar berarti  sebagai keberhasilan  dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan bentuk nilai atau skor yang diperoleh dari hasil test .
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan prestas belajar matematika adalah tingkat keberhasilan proses yang disengaja pada siswa yang menimbulkan perubahan kemampuan dan ketrampilan menggunakan matematika  dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan dalam bentuk nilai atau skor yang diperoleh dari hasil test.

Pendekatan mengajar merupakan suatu komponen di dalam kurikulum matematika agar dalam suatu kurikulum matematika dapat tersusun menjadi suatu komponen yang utuh. Empat pernyataan kurikulum matematika : Mengapa, apa, bagaimana dan kepada siapa materi matematika diajarkan perlu dijawab dengan kata lain bagaimana cara kita untuk menyampaikan struktur-struktur dan kosep-konsep matematika kepada anak didik sedemikian rupa sehingga mereka ikut aktif berpartisipasi di dalam proses pelajarannya.

Dengan proses belajar mengajar mengikutsertakan anak secara aktif dapat berjalan efektif, bila pengorganisasian dan penyampaian materi sesuai dengan kesiapan mental anak kita dapat memilih suatu pedekatan mengajar yang tepat, apabila kita megetahui berbagai pendekatan pengajaran.

Sumber: 

Pendidikan Matematika dan Pendektannya

Matematika berkembang sesuai dengan perkembangan zaman peradapan dan kebutuhan dimana masyarakat berada. Orang-orang disekitar kita dahulu mengenal istilah matematika dengan nama ilmu pasti. Pemakaian istilah ini mengakibatkan timbulnya anggapan bahwa ilmu pasti adalah suatu ilmu yang tidak ada kurang lebihnya serta tidak pernah berubah lagi. Tetapi itu masih kurang tepat pengunaan kata ilmu pasti untuk matematika seakan akan membenarkan bahwa di dalam matematika semua hal sudah pasti kemudian orang cenderung untuk menggunakan istilah matematika, sebab dengan belajar matematika orang akan belajar mengatur jalan pikirannya dan belajar menambah ilmu pengetahuan dan kepandaiannya. Para ahli pendidikan banyak yang mendefinisikan tentang makna istilah matematika diantaranya:
Tambunan (2001:24) menyatakan bahwa matematika adalah angka-angka dan perhitungan yang merupakan bagian dari hidup manusia. Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide kesimpulan-kesimpulan. sementara Hudoyo (2001:96), mengemukakan bahwa hakekat matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang diatur menurut urutan yang logis.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa matematika pada hakekatnya merupakan masalah yang berkenaan dengan struktur-struktur, ide-ide dan hubungan-hubungan yang diatur menurut aturan yang logis jadi matematika berkanaan dengan konsep-konsep abstrak. Suatu kebenaran matematika di-kembangkan berdasarkan atas alasan logis dengan menggunakan pembuktian deduktif oleh karena itu matematika sering disebut ilmu deduktif. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa matematika berkanaan dengan ide-ide atau konsep abstrak yang tersusun secara interaksi dan penalarannya secara deduktif yang akan membawa akibat-akibat bagaimana terjadinya proses belajar matematika.

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Proses Mengajar dan Belajar Matematika.
Menurut Hudoyo (2001:7), mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya mengajar dan belajar matematika meliputi antara lain :
1. Peserta didik
Kegagalan atau keberhasilan belajar sangatlah tergantung pada peserta didik misalnya saja bagaimana kemampuan dan kesiapan peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar matematika bagaimana sikap dan minat terhadap matematika disamping itu juga bagaimana kondisi peserta didik. Misalnya diskusi psikologisnya orang yang dalam keadaan segar jasmaninya akan lebih baik belajarnya dari pada orang yang dalam keadaan lelah. Kondisi psiko-loginya seperti perhatian, pengamatan, ingatan dan bagaimana juga pengaruh terhadap kegiatan belajar sekarang serta intelegensi peserta didik juga berpengaruh terhadap kelancaran belajarnya.

2. Pengajar
Faktor berikutnya setelah peserta didik adalah pengajar, pengajar melaksanakan kegiatan mengajar sehingga proses belajar diharapkan dapat berlangsung efektif. Kemampuan pengajar didalam menyampaikan materi matematika dan sekaligus menguasai materi yang diajarkan sangat mem-pengaruhi terjadinya proses belajar kepribadian, pengalaman dan motivasi belajar mengajar.Dalam mengajar materi matematika juga dapat berpengaruh terhadap efektifitas belajar.

3. Prasarana dan sarana
Prasarana yang mapan seperti ruangan yang sejuk dan bersih dan dengan tempat duduk yang nyaman biasanya lebih memperlancar terjadinya proses belajar demikian pula yang lengkap seperti adanya buku paket dan alat bantu belajar dan merupakan fasilitas belajar yang penting. Penyediaan sumber belajar yang lain. Seperti majalah tentang perjanjian matematika laboratorium matematika dan lain-lain akan meningkatkan pula kualitas belajar peserta didik.

4. Penilaian
Penilaian dipergunakan disamping untuk melihat bagaimana hasil belajar, juga untuk melihat bagaimana berlangsungnya interaksi antara pelajar dan peserta.

5. Prestasi belajar matematika
Prestasi hasil belajar berarti  sebagai keberhasilan  dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan bentuk nilai atau skor yang diperoleh dari hasil test .
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan prestas belajar matematika adalah tingkat keberhasilan proses yang disengaja pada siswa yang menimbulkan perubahan kemampuan dan ketrampilan menggunakan matematika  dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan dalam bentuk nilai atau skor yang diperoleh dari hasil test.

Pendekatan mengajar merupakan suatu komponen di dalam kurikulum matematika agar dalam suatu kurikulum matematika dapat tersusun menjadi suatu komponen yang utuh. Empat pernyataan kurikulum matematika : Mengapa, apa, bagaimana dan kepada siapa materi matematika diajarkan perlu dijawab dengan kata lain bagaimana cara kita untuk menyampaikan struktur-struktur dan kosep-konsep matematika kepada anak didik sedemikian rupa sehingga mereka ikut aktif berpartisipasi di dalam proses pelajarannya.

Dengan proses belajar mengajar mengikutsertakan anak secara aktif dapat berjalan efektif, bila pengorganisasian dan penyampaian materi sesuai dengan kesiapan mental anak kita dapat memilih suatu pedekatan mengajar yang tepat, apabila kita megetahui berbagai pendekatan pengajaran.

Sumber: 

No comments

Related Posts