Jumlah dan
jenis media pembelajaran yang ada dewasa ini sangat banyak dan bervariasi, baik
berapa media yang sengaja dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran (by
design) maupun yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan dalam kegiatan
pembelajaran (by utilization). Yang sangat memungkinkan untuk diterapkan secara
lebih luas yaitu pemanfaatan media pembelajaran yang sifatnya sederhana namun
relevan dengan tujuan yang diharapkan.
Media
pembelajaran yang sederhana dimaksudkan sebagai jenis-jenis media yang mudah
dibuat, bahan-bahannya mudah diperoleh, sudah digunakan, serta sederhana
meliputi, Jenis media visual terdiri dari :
-
Media gambar (still
picture)
-
Kelompok media grafis
-
Media model dan realita.
Media
sederhana ini sifatnya relatif yaitu tergantung kepada kondisi sekolah itu
sendiri dan pemanfaatannya. Pemilihan
media pembelajaran (sederhana) pada hakikatnya merupakan proses pengambilan
keputusan yang dilakukan oleh guru untuk menentukan jenis media mana yang lebih
tepat digunakan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran sifat materi yang akan
disampaikan, strategi yang digunakan, serta evaluasinya.
Dalam
kahidupan sehari-hari kita sering menggunakan berbagai media untuk keperluan,
begitupun dalam proses pembelajaran, seorang guru pada saat menyajikan bahan
ajar kepada siswa kerap kali menggunakan media agar informasi/bahan agar
tersebut dapat diterima atau diserap dengan baik oleh para siswa, dan pada
akhirnya diharapkan terjadi perubahan perilaku baik berupa pengetahuan
(kognitif), sikap (afektif), maupun keterampilan (psikomotor). Pada proses
pembelajaran media pembelajaran merupakan wahana dari pesan/informasi oleh
sumber pesan (guru) diteruskan kepada penerima pesan (siswa), pesan yang
disampaikan adalah materi pembelajaran, dan tujuan yang ingin dicapai adalah
terjadinya proses pembelajaran.
Pada dasarnya
siswa belajar melalui yang konkret sesuai dengan perkembangannya, sedangkan
matematika adalah pembelajaran yang abstrak. Untuk memahami konsep abstrak
tersebut, maka siswa memerlukan benda-benda konkret (real) supaya perantara
untuk memahami konsep matematika yang abstrak. Selanjutnya konsep abstrak yang
baru dipahaminya itu akan mengendap, melekat dan tahan lama bila ia belajar
melalui perbuatan dan pengertian, bukan hanya mengingat fakta saja. Maka dalam
pembelajaran matematika penggunaan alat peraga untuk membantu pemahaman
konseptual siswa dalam belajar.
Dalam hal ini
alat peraga sangat penting dalam memotivasi siswa agar lebih semangat dalam
belajar. Penggunaan alat peraga harus sesuai dengan topik pembelajaran dan
perkembangan sisvva. Menurut Ruseffendi ( 2001: 230) alat peraga adalah
"alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep matematika dapat berupa
benda nyata juga dapat berupa gambar". Alat peraga ini mempunyai
keuntungan dan kelemahan, keuntungannya adalah dapat dipindah-pindahkan atau
dimanipulasi, sedangkan kelemahannya tidak bisa disajikan dalam bentuk tulisan
atau buku.
Ruseffendi
( 2003), Pendidikan Matematika III. Jakarta : Depdikbud,
(1995), Pendidikan Matematika III. Jakarta : Depdikbud.





No comments