Pengertian supervisi
Ada bermacam-macam konsep supervisi. Secara historis mula-mula diterapkan konsep supervisi yang tradisional, yaitu pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari kesalahan dan menemukan kesalahan dengan tujuan untuk diperbaiki. Namun dalam perkembangannya konsep supervisi mengalami perubahan, seperti yang dikemukakakan oleh beberapa ahli antara lain menurut Adams dan Dickey, dalam Sahertian (2000:17) Supervisi adalah program yang berencana untuk memperbaiki pembelajaran.
Menurut Boardman et al, dalam Sahertian (2000:17) mengemukakan supervisi sebagai suatu usaha untuk menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam seluruh fungsi pembelajaran.
Berbeda menurut Mc Nerney (dalam Sahertian, 2000:17) yang melihat “supervisi sebagai suatu prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap fungsi pembelajaran”. Padahal ada pandangan lain yang melihat supervisi dari segi perubahan sosial yang berpengaruh terhadap siswa, menurut Burton dan Brucner dalam Sahertian (2000:17), “supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak”. Lebih luas lagi pandangan Kimball Wiles, dalam sahertian (2000:18) yang menjelaskan bahwa “supervisi adalah bantuan yang diberikan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar agar lebih baik”. Dijelaskan bahwa situasi belajar mengajar di sekolah akan lebih baik tergantung kepada keterampilan supervisor sebagai pemimpin. Menurut Kimball Wiles seorang supervisor yang baik memiliki 5 keterampilan dasar, yaitu: a) Keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan, b) Keterampilan dalam proses kelompok, c) Keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan, d) Keterampilan dalam mengatur personalia sekolah, dan e) Keterampilan dalam mengevaluasi, (Sahertian, 2000:18).
Dari semua definisi yang diuraikan di depan, sehingga dapat dirumuskan supervisi pendidikan sebagai bantuan yang diberikan oleh supervisor dalam hal ini kepala sekolah untuk memperbaiki situasi belajar mengajar kepada guru-guru baik secara individual atau kelompok mulai dari perencanaan proses pembelajaran sampai dengan evaluasi proses pembelajaran.
2.Tujuan Supervisi
Kata kunci supervisi adalah memeberi layanan dan bantuan kepada guru-guru, maka tujuan supervisi adalah memberikan layanan untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang dilakukan guru di kelas. Menurut Sahertian, (1982: 24) mengemukakan secara operasional tujuan konkrit dari supervisi, yaitu:
- Membantu guru melihat dengan jelas tujuan- tujuan pendidikan.
- Membantu guru-guru membimbing pengalaman belajar siswa.
- Membantu guru-guru dalam menggunakan sumber-sumber belajar.
- Membantu guru-guru dalam menggunakan metode-metode dan alat-alat pelajaran baru.
- Membantu guru dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa.
- Membantu guru dalam menilai kemajuan paserta didik dan hasil pekerjaan guru itu sendiri.
- Membantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru dalam pertumbuhan pribadi.
- Membantu guru baru disekolah sehingga mereka merasa senang dengan tugas yang diperolehnya.
- Membantu guru agar lebih mudah mengadakan penyesuaian terhadap masyarakat dan cara-cara menggunakan sumber-sumber masyarakat.
- Membantu guru agar waktu dan tenaga tercurahkan sepenuhnya dalam pembinaan sekolahnya.
Aplikasi Kewajiban Supervisor Kependidikan
Prinsip supervisi
Masalah yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan adalah bagaimana mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Suatu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru merasa aman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data, fakta yang objektif. Dengan demikian prinsip supervisi yang dilaksanakan adalah:
a. Prinsip ilmiah (scientific)
Prinsip ilmiah mengndung ciri-ciri sebagai berikut: 1) Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar, 2) Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data, seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya, 3) Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana dan kontinu.
b. Prinsip Demokaratis
Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya. Demokratis mengandung makna menjunjung harga diri dan martabat guru, bukan berdasarkan atasan dan bawahan, tetapi berdasarkan rasa kesejawatan.
c. Prinsip kerja sama
Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi (sharing of idea, sharing experience) memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka tumbuh bersama.
d. Prinsip konstruktif dan kreatif
Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara yang menakutkan. (Sahertian, 2000:19).
Kinerja Supervisi
Usaha untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya guru dapat dilaksanakan dengan berbagai alat (device) dan teknik supervisi. Umumnya alat dan teknik supervisi dibedakan dalam dua macam alat atau teknik. Jonh Minor Gwyn (dalam sahertian, 2000: 52) mengemukakan dua teknik supervisi yaitu “teknik yang bersifat individual dan teknik yang bersifat kelompok”, yaitu teknik yang digunakan untuk melayani lebih dari satu orang. Dalam bab ini peneliti hanya menjabarkan teknik supervisi individual sesuai dengan konteks penelitian. Teknik supervisi pendidikan bersifat individual antara lain perkunjungan kelas, observasi kelas, percakapan pribadi, saling mengunjungi kelas, dan menilai diri sendiri.
Teknik Perkunjungan Kelas
Berikut adalah uraian singkat mengenai teknik perkunjuanga kelas yaitu: a) Pengertian perkunjungan kelas ialah teknik dimana kepala sekolah atau supervisor datang ke kelas untuk melihat cara guru mengajar di kelas, b) Tujuan perkunjungan kelas ialah memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar. Dengan data itu kepala sekolah dapat berbincang-bincang dengan guru tentang kesulitan yang dihadapi guru-guru. Pada kesempatan itu guru dapat mengemukakan pengalaman-pengalaman yang berhasil dan hambatan yang dihadapi serta meminta bantuan, dorongan dan mengikutsertakan, c) Fungsi perkunjungan kelas sebagai alat untuk mendorong guru agar meningkatkan cara mengajar guru dan cara belajar siswa. Perkunjungan ini dapat memberi kesempatan guru-guru untuk mengungkap pengalamannya sekaligus sebagai usaha untuk memberi rasa mampu pada guru-guru untuk mengungkap pengalamannya sekaligus sebagai usaha untuk memberikan rasa mampun pada guru-guru. Karena guru dapat belajar dan memperoleh pengertian secara moral bagi pertumbuhan kariernya dan d) jenis-jenis perkunjuangan kelas. Perkunjuangan kelas dibagi menjadi tiga macam yaitu:
(1) Perkunjungan tanpa diberi tahu (unannounced visitation) yaitu supervisor tiba tiba datang datang ke kelas tanpa memberi tahu guru lebih dulu. Perkunjungan kelas ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya yaitu kepala sekolah dapat melihat keadaan yang sebenarnya tanpa dibuat-buat. Hal ini dapat membiasakan guru agar dapat mempersiapkan dirinya sebaik-baiknya. Sedangkan kelemahannya yaitu guru menjadi gugup, karena tiba-tiba didatangi kepala sekolah yang menimbulkan prasangka bahwa ia sedang dinilai dan pasti hasilnya tidak memuaskan. Kadang ada sebagian guru yang tidak senang bila tiba-tiba dikunjungi tanpa diberi tahu terlebih dulu.
(2) Perkunjungan dengan cara memberi tahu lebih dulu (announced visitation) yaitu supervisor biasanya telah memberikan jadwal kunjungan sehingga guru-guru tahu pada hari dan jam berapa ia akan dikunjungi. Perkunjungan kelas ini juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan teknik ini yaitu bagi supervisor perkunjungan yang direncanakan sangat tepat dan mempunyai konsep pengembangan secara kontinu dan terencana serta guru-guru dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya karena ia sadar bahwa perkunjungan itu akan membantu ia untuk dinilai. Dan justru persiapan guru inilah yang nantinya akan menjadi kelemahan yang menimbulkan hal-hal yang dibuat-buat dan serba berlebihan.
(3) Perkunjungan Atas Undangan Guru
Perkunjungan ini akan lebih baik. Oleh karena itu guru punya usaha dan motivasi untuk mempersiapkan diri dan membuka diri agar dia dapat memperoleh balikan dan pengalaman baru dari hal pertemuannya dengan supervisor. Pada sisi lain sifat keterbukaan dan merasa memiliki otonomi dalam jabatannya. Aktualisasi kemampuannya terwujud sehingga ia selalu belajar untuk mengembangkan dirinya. Sikap dan dorongan untuk mengembangkan diri ini merupakan alat untuk mencapai tingkat profesional. Teknik ini juga mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya bagi supervisor, dapat belajar dari pengalamannya dalam berdialog dengan guru sedangkan guru akan lebih mudah untuk memperbaiki dan untuk meningkatkan kemampuannya, karena motivasi untuk belajar dari pengalaman dan bimbingan dari supervisor tumbuh dari dalam dirinya sendiri.Dan kelemahannya yaitu ada kemungkinan timbul sikap manipulasi, yaitu dengan dibuat-buat untuk menonjolkan diri, padahal waktu-waktu biasa guru tidak berbuat seperti itu.
2. Teknik Observasi Kelas
Melalui perkunjungan kelas, seorang supervisor dapat mengobservasi situasi belajar mengajar yang sebenarnya. Berikut uraian tentang supervisi teknik observasi yaitu:
a) Ada dua macam teknik observasi ialah teknik observasi langsung (direct observation) merupakan teknik observasi dengan menggunakan alat observasi, supervisor dalam hal ini kepala sekolah mencatat absen yang dilihat pada saat guru sedang mengajardan teknik observasi tidak langsung merupakan teknik obseravsi dimana orang yang diobservasi dibatasi oleh ruang kaca dimana siswa tidak mengetahuinya, (biasanya dilakukan dalam laboratorium untuk pembelajaran mikro). b) Tujuan teknik observasi ialah untuk: 1) Untuk memeperoleh data yang seobyektif mungkin sehingga bahan yang diperoleh dapat digunakan untuk menganalisis kesulitan-kesulitan yang di hadapi guru-guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran, 2) Bagi guru sendiri data yang dianalisis akan dapat membantu untuk mengubah cara-cara mengajar kearah yang lebih baik, 3) Bagi siswa sudah tentu akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.
c) Apa yang diobservasi, hal yang diobservasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai maka supervisor harus mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. Hal-hal yang perlu diobservasi antara lain: 1) Usaha serta kegiatan guru dan siswa, 2) Usaha dan kegiatan guru dan siswa dalam hubungan dengan penggunaan alat dan bahan pelajaran, 3) Usaha dan kegiatan guru dan siswa dalam memperoleh pengalaman belajar, dan 4) Lingkungan sosial, fisik sekolah baik didalam maupun diluar kelas, dan faktor-faktor penunjang lainnya.
d) Syarat-syarat untuk memperoleh data dalam observasi. Hal ini tergantung dari sikap dan cara si pengamat itu sendiri ketika mengadakan observasi antar lain:
1) Menciptakan situasi yang wajar (cara masuk kelas), mengambil tempat di dalam kelas yang tidak menjadi pusat perhatian anak-anak, tidak mencampuri guru yang sedang mengajar, sikap waktu mencatat tidak akan menimbulkan prasangka dari pihak guru. 2)Harus dapat membedakan mana yang penting untuk dicatat dan mana yang kurang penting. 3) Bukan melihat kelemahan, melainkan melihat bagaimana memperbaikinya. 4 ) Harus diperhatikan kegiatan atau reaksi siswa tentang proses belajar.
e) Kriteria yang dipakai dalam observasi
Segala sesuatu yang dicatat dan dikumpulkan dalam observasi haruslah: 1) Bersifat objektif yaitu segala sesuatu yang dicatat adalah data yang sebenarnya tanpa ada pengaruh unsur subjektif dari supervisor, 2) Apa yang dicatat harus tepat sasaran seperti apa yang dimaksud. Sering terjadi orang mencatat sesuatu bukan berdasarkan apa yang dilihat tetapi pada apa yang dipikirkannya, dan 3) Data yang dicatat harus dapat dipercaya.
f) Alat-alat observasi
Untuk memperoleh data tentang situasi belajar mengajar digunakan beberapa alat yaitu check list adalah suatu alat untuk mengumpulkan data dalam melengkapi keterangan-keterangan yang lebih objektif terhadap situasi belajar dan mengajar yang terjadi didalam kelas.
Teknik percakapan Pribadi (individual conference)
Berikut uraian tentang percakapan pribadi antara lain:
a) Pengertian teknik percakapan pribadi merupakan percakapan pribadi antara supervisor dengan seoarang guru tentang proses pembelajaran dalam rangka memecahkan problema atau masalah yang dihadapi oleh seorang guru.
b) Tujuan teknik percakapan pribadi ini adalah untuk: 1) Memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan kesulitan yang dihadapi, 2) memupuk dan mengembangkan hal mengajar yang lebih baik, 3) memperbaiki kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang sering dialami oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya disekolah, 4) menghilangkan dan menghindari segala prasangka yang bukan-bukan, misalnya kesan guru diawasi atau dinilai pekerjaannya.
Jenis Jenis percakapan pribadi menurut ahli yaitu:
Menurut George Kyte, dalam sahertian (2000: 74) ada dua jenis percakapan melalui perkunjungan kelas yaitu 1) percakapan pribadi setelah perkunjungan kelas (formal) yakni setelah supervisor mengadakan kunjungan kelas, sewaktu guru kelas melaksanakan tugas mengajar, dimana supervisor membuat catatan tentang segenap aktivitas guru dalam mengajar. Kemudian atas kesepakatan bersama-sama akan mengadakan individual conference untuk membicarakan hasil kunjungan tersebut, 2) percakapan pribadi melalui percakapan biasa sehari-hari (informal), hal ini dilakukan oleh kepala sekolah dalam perbincangan sehari-hari dikemukakan sesuai masalah yang dihadapi oleh guru.
Selain pembagian diatas ada juga pembagian teknik percakapan pribadi yang dikemukakan Mildred E. Sweringen, dalam Sahertian (2000: 75) yaitu: (1) classroom-conference merupakan percakapan pada saat siswa-siswa tidak ada lagi di kelas, misal pada saat siswa-siswa beristirahat, (2) office conference merupakan percakapan yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru, (3) Casual conference merupakan percakapan yang dilaksanakan secara kebetulan, yang tidak diharapkan.
Partisipasi dan Peran Aktif Pengawas Sekolah
Dalam pelaksanaan pendidikan, khususnya yang mencangkup kepribadian serta pengembangan potensi pada diri anak, maka peranan serta partisipasi pengawas sekolah dalam usaha ikut memajukan perkembangan sekolah. Hal ini disebabkan mengingat pentingnya peranan aktif pengawas sekolah selaku control lembaga pendidikan di tingkat sekolah dasar dalam pengembangan sekolah yang bermutu baik, maka hendaknya pengawas sekolah menjadikan lingkungan sekolah binaan sebagai instrumen kerja pokok yang bersifat positif. Selain itu pengawas sekolah harus mampu menjadi pemotivasi kinerja guru dalam mengajar termasuk program pembinaan pendidikan kesehatan sekolah.
Partisipasi pengawas sekolah secara aktif pengawas sekolah dalam hal ini adalah perhatian dan bimbingan belajar pendidikan kesehatan yang diberikan secara rutin dam berkala. Perhatian pengawas sekolah meliputi ide – ide konseptual kebutuhan dan penyediaan keperluan yang berhubungan dengan kesehatan misalnya pemenuhan buku-buku tentang gizi pada makanan anak, konsep penyediaan fasilitas kesehatan berupa kelengkapan kotak P3K di tiap-tiap kelas atau di ruang UKS, serta penyediaan tempat sampah, di tiap-tiap sudut luar kelas, kebersihan WC di sekolah, pemilahan antara WC untuk siswa dan untuk guru, sanitasi dan saluran air yang baik, keindahan dengan tat ataman yang asri, rerumptan yang rapi serta tanaman hias yang ada di pot pot bunga, agar kenyamanan belajar namapk kondusif serta pemeliharaan ruang belajar serta ventilasi di tiap tiap ruangan dan masih banyak lagi konsep dasar pembinaan yang dapat diberikan oleh pengawas sekolah kepada pelaku pendidik di sekolah binaan penulis. Sedangkan bimbingan dalam bidang pendidikan kesehatan dapat diwujudkan dengan cara pendekatan persuasif terhadap guru supaya selalu hidup bersih menjaga dan memperhatikan kesehatan pada diri sendiri, siswa serta lingkungan sekitar sekolah. Pengawas sekolah harus selalu mengotrol kesehatan dan kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang dapat menjadi stumulasi bagi peningkatan prestasi kinerja guru dan siswa tentunya.
Bimbingan dan pendidikan kesehatan merupakan bagian dari kegiatan bimbingan penyuluhan di sekolah, ada yang berpendapat bahwa bimbingan kesehatan harus diberikan pada pelaku pendidik sebagai penyadaran kebersihan lingkungan sekitar sekolah yang paling dasar, seperi yang dikatakan dalam buku bimbingan dan penyuluhan di sekolah sebagai berikut :
Kesehatan dan lingkungan itu dapat mempengaruhi perkembangan anak, guru dan pembimbing harus mengenalkannya sejak dini atas pentingnya hidup keserasian ingkungan hidup, agar setiap individu mampu menerapkannya pada masa yang akan datang.( Bimo Walgito, 1987 : 19 ).
Dari pengertian di atas mengenai bimbingan kesehatan yang penulis kutip dari pendapat Bimo Walgito maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya bimbingan belajar kesehatan identik dengan bimbingan yang dilaksanakan di sekolah oleh pengawas sekolah.





No comments